IMBAS ELEKTROMAGNETIK

Berikut Latihan soal.

LAPORAN BIOLOGI

DISUSUN: APRIANDI PRASETYO ,ATIKA DIAN PURWANDANI, BELLO SOFIONO,CECEP HENDRA

RITUAL PERKAWINAN ADAT SAI BATIN

Tempat tersebut disebut manjau, pengartian manjau adalah cara bertemu atau berkunjung kerumah gadis yang sudah dikenal dalam rangka menjalin hubungan untuk berumahtangga...

PENANGGULANGAN RADIOAKTIF

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HAK SIAR ISL 2015

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, 15 December 2017

REVIEW MAIN PES 2018 (Review bahasa Indonesia)

Konami selaku pengembang permainan Pro Evolution Soocer atau yang lebih dikenal PES belum lama ini merilis free demo dari PES 2018. demo ini memasukkan 12 tim yang bisa kamu mainkan. Diantaranya Barcelona, Borussia Dortmund, Inter Milan, dan Liverpool. Juga ada Boca Juniors, Colo-Colo, Corinthians, Flamengo, dan River Plate.Untuk  tim Nasional ada tim Argentina, Brazil, dan Jerman. Dan stadion yang bisa digunakan adalah Camp Nou dan juga kandang Borussia Dortmund Signal Iduna Park.
Bukan cuma untuk PlayStation 4 dan Xbox One, demo ini bisaa kamu jajal di PlayStation 3 dan Xbox 360.
Konami sendiri kabarnya mengupgrade kepuasan bermain daei sisi gameplay pada game ini. Peningkatan dilakukan di sejumlah hal seperti dribbling, ball control, dan sistem game speed sehingga menyajikan kontrol yang lebih realistik.
perbedaan PES 2018 dibanding yang sebelumnya sudah cukup terasa, terutama dari gerakan para pemain dan gerakan bola yang kini lebih alami.



seperti cara kontrol bola pendek yang kadang dapat diantisipasi oleh AI komputer ataupun lawan dengan lebih baik—mirip pertandingan bola di dunia nyata.
Maka dari itu, kamu harus melakukan gocekan atau menggiring bola lebi h jago untuk melewati hadangan pemain lawan.
Cara bola memantul dari tubuh pemain kini terasa lebih realistis ketimbang seri sebelumnya, dan lebih mudah diprediksi. Ambil contoh bola memantul dari tangan kiper, ia akan memantul jauh ke sudut dengan cara yang terasa seperti di dunia nyata.
Dan ketika pemain tidak membawa bola dan di bawah kendali, pemain bakal lebih cerdas ketimbang daripada PES yang sebelum ini. Mereka akan secara 'insting' menempatkan diri di posisi yang tepat dan secara akurat memprediksi kemana umpan bola akan datang sekaligus menghindari lawan secara efektif.
Walaupun engine grafis yang dipakai masih sama seperti PES 2015 hingga PES 2017, Konami meningkatkan kemampuan FOX Engine di gim ini agar mampu memberikan tampilan grafis pemain yang lebih nyata seperti aslinya.
Menurut saya, PES 2018 memberikan pengalaman bermain yang lebih baik.
PES 2018 dilengkapo dengan mode online co-op. Konami juga mengintegrasikan PES League ke seluruh modus online. Hal ini dilakukan termasuk ke beberapa modus co-opbaru dengan permainan 2v2 dan 3v3.
Buat kamu yang ingin merasakan pengalaman melatih tim, game ini juga tersedia mode Master League.






Thursday, 14 December 2017

Cara melanjutkan atau resume download di kumpulbagi

Barangkali kamu pernah download file segede gaban atau juga file yang kecil-kecil di kumpulbagi, tapi tiba-tiba gegara suatu hal downloadanmu terhenti dan gak bisa diresume secara otomatis di IDM, jelas sayang kuota juga sayang waktu kalo kamu download dari awal, nih coba aja pake cara ini, agak sedikit ribet sih




 1. Kamu pastiin ya downloadmu sudah kamu stop.




2. Klik kanan pada download tadi, habis itu klik refresh download address, kalo udah muncul jendela pilihan (OK/Cancel), kamu klik ok aja




3.  Setelah itu kamu nakal dibawa ke halaman download kumpulbagi, lalu klik free download, nanti balal muncul dialog kayak gini nih, lalu klik OK




4. Kamu buka halaman utama, pilih downloadan yang udah direfresh barusan, lalu kamu pilih resume

5. Selesai, gimana gampang apa ribet? Hehe





Internet download manager

Tuesday, 28 March 2017

KLASEMEN LIGA 2017

POKLUBMNMSKGAGTSGP
1AREMA FC00000000
2BALI UNITED00000000
3BARITO PUTERA00000000
4BHAYANGKARA FC00000000
5MADURA UTD00000000
6MITRA KUKAR00000000
7PBFC00000000
8PERSEGRES GU00000000
9PERSELA LMNGN00000000
10PERSERU SERUI00000000
11PERSIB BANDUNG00000000
12PERSIBA BPN00000000
13PERSIJA JAKARTA00000000
14PERSIPURA00000000
15PS TNI00000000
16PSM MAKASSAR00000000
17SEMEN PADANG00000000
18SRIWIJAYA FC00000000

Saturday, 23 January 2016

Open journal system

MAKALAH
“Open Journal System (OJS)”

Dosen Pembimbing :
Sopyan tsauri, M.Si

Disusun Oleh :
Kelompok 2
Della ismi nurhabibah           
Hilda Hidayati (1561206101)
Izmi Fatarani (1561206134)
Novia Dwi Maryam (1561206145)
M. Atyasyifa Noto
M. Andrean (1561206144)
Yuda Agus hermawan (1561206121)

PROGDI PERBANKAN SYARI'AH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis telah panjatkan atas kehadirat Allah SWT, sang Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya, karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan tema “ Open Journal System (OJS) ” yang sederhana ini dapat terselesaikan tidak kurang daripada waktunya.
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini tidaklah lain untuk memenuhi salah satu dari sekian kewajiban mata kuliah serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan.
Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah Azza Wa’jala hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya evaluasi diri.
Akhirnya penulis hanya bisa berharap, bahwa dibalik ketidak sempurnaan penulisan dan penyusunan makalah ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca, dan bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tangerang. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tangerang ,5 Januari 2015

Penyusun
(Kelompok 2)


I

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................................... .i
DaftarIsi ................................................................................................................................. ii
BAB I   Pendahuluan ..............................................................................................................1
Latar Belakang…………………………………………………………….. 1
Rumusan masalah………………………………………………………….. 2
Tujuan ……………………………………………………………………... 2
BAB II   Pembahasan .......................................................................................................... 3
konsep jurnal secara umum.............................................................................3
konsep Open Journal System (OJS)............................................................... 4
manfaat, dan kelebihan dari Open Journal System (OJS)................................5
teknik pembuatan e-journal dengan menggunakan software Open Journal System (OJS).....................................................................................................6
cara memproteksi e-journal dengan menggunakan software Open Journal System (OJS)...................................................................................................10
struktur manajemen.................................................................................... 11
BAB III  Penutup ..............................................................................................................
Kesimpulan ................................................................................................
Saran ...........................................................................................................
Daftar Pustaka .................................................................................................................



ii
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Open Journal System (OJS) merupakan sistem pengaturan dan penerbitan jurnal dan website. Open Journal System (OJS) meliputi semua aspek penerbitan jurnal online, dari pembuatan website jurnal hingga tugas operasional seperti proses submisi penulis, peer review (pengkoreksian), pengeditan, publikasi, archives dan indeks jurnal. Open Journal System (OJS) juga membantu pengaturan aspek pengguna dalam menyusun sebuah jurnal, termasuk menyimpan track hasil kerja editor, reviewer, dan penulis, memberi tahu pembaca, dan bantuan menggunakan koresponden.
Open Journal System (OJS) merupakan sistem yang fleksibel dan dapat diukur. Sebuah instalasi Open Journal System (OJS) dapat mendukung pengoperasian beberapa jurnal. Setiap jurnal memiliki keunikan URL dan juga layout/tampilan tersendiri. Open Journal System (OJS)  bisa membuat seoramg editor untuk mengatur seluruh aspek jurnal dan website jurnal, atau Open Journal System (OJS)akan mendukung tim editor internasional dengan berbagai tanggung jawab terhadap beberapa bagian jurnal.
Open Journal System (OJS) menganut prinsip akses berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya dimaksudkan untuk membantu penerbitan jurnal, tapi untuk mendemonstrasikan bagaimana cara mengurangi biaya penerbitan jurnal pada poinnya dan menyediakan pembaca dengan “akses terbuka (open access)” pada isi jurnal mungkin merupakan pilihan yang tepat.
Asal mula Open Journal System (OJS). Sistem ini perama kali dimunculkan pada tahun 2002 pada saat penelitian dan perkembangan inisiatif Public Knowledge Project di University of British Columbia, dengan dukungan dari ilmu sosial dan Lembaga Penelitian Masyarakat Kanada, Max Bell Foundation, Pacific Press Endownment, dan Mac Arthur Foundation. Perkembangan berkalanya ditandai dengan kerjasama ntara UBC’s Public Knowledge Project, the Canadian Center for Studies in Publishing dan Simon Fraer University Library.
1
Rumusan Masalah
Bagaimana konsep jurnal secara umum?
Bagaimanakah konsep Open Journal System (OJS)?
 Apakah manfaat, dan kelebihan dari Open Journal System (OJS)?
 Bagaimanakah teknik pembuatan e-journal dengan menggunakan software Open Journal System (OJS)?
Bagaimanakah cara memproteksi e-journal dengan menggunakan software Open Journal System (OJS)?
Bagaimana struktur manajemen ?

Tujuan
Untuk mengetahui konsep jurnal secara umum.
Untuk mengetahui kondep Open Journal System (OJS).
 Untuk mengetahui  manfaat, dan kelebihan dari Open Journal System (OJS).
Untuk mengetahui teknik pembuatan E-Jornal dengan menggunakan software Open Journal System (OJS).
Untuk mengetahui cara memproteksi E-Journal dengan menggunakan software Open Journal System (OJS).
Untuk mengetahui struktur manajemen.









2
BAB II
PEMBAHASAN

Konsep Jurnal
Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan. Jurnal ilmiah dianggap sebagai sumber informasi primer atau yang paling penting di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ilmiah berisi kumpulan artikel yang dipublikasikan secara periodik, ditulis oleh para ilmuwan peneliti untuk melaporkan hasil-hasil penelitian terbarunya. Karena itulah, keberadaan jurnal ilmiah merupakan hal yang penting untuk terus memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tulisan atau artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah, sudah mengalami proses per-review dan seleksi ketat dari para pakar di bidangnya masing-masing. Proses per-review ini dijalankan untuk menjamin kualitas dan validitas ilmiah artikel yang dimuat.

Di bawah ini terdapat jenis jurnal yaitu sebagai berikut:
Jurnal tercetak adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan. Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan.
Jurnal elektronik adalah terbitan serial seperti bentuk tercetak tetapi dalam bentuk elektronik. Biasanya terdiri dari tiga format, yaitu text, text dan grafik, serta full image (dalam bentuk pdf).




3
Perbandingan E-Journal dan Jurnal Tercetak

No.
 Kriteria
Elektronik
Tercetak

1
Kemutakhiran
Mutahir
Mutahir

2
Kecepatan diterima
Cepat
Lambat

3
Penyimpanan
Sangat mengirit tempat
Memakan tempat

4
Pemanfaatan
24 jam
Terbatas jam buka

5
Kesempatan
akses Bisa bersamaan
Antri

6
Penelusuran
Otomatis tersedia
Harus dibuat

7
Waktu penelusuran
Cepat
Lama

8
Keamanan
Lebih aman
Kurang aman

9
Manipulasi dokumen
Sangat mudah
Tidak bisa (seperti kutipan, dsb)

10
Bila langganan dengan dana yang sama (jurnal lokal)
Judul bisa lebih banyak
Judul lebih sedikit

11
Harga total langganan
Jauh lebih murah
Lebih mahal

Konsep Open Journal System (OJS)
Popularitas e-journal saat ini semakin menanjak dan ada berbagai cara orang untuk mendefinisikannya. Sebuah studi mendefinisikan e-journal sebagai “peer-reviewed journals available online, whether or not they are also available in conventional, printed form”. Definisi sederhana ini hanya menjadikan peer-review(isi jurnal dimuat setelah melalui saringan kalangan ilmuan) sebagai patokan dan tidak peduli apakah jurnalnya tersedia atau tidak tersedia dalam bentuk cetak. Adapun salah satu sistem e-journal yang dapat diakses secara gratis yaitu Open Journal System (OJS). 
Open Journal Systems atau (OJS) adalah sebuah sistem manajeman konten berbasis web yang khusus dibuat untuk menangani keseluruhan proses manajemen publikasi ilmiah dari proses callfor paper, peer review, hingga penerbitan dalam bentuk on-line. Open Journal System (OJS) dikeluarkan oleh Public Knowledge Project dari Simon Fraser University dan berlisensi GNU General Public License.Open Journal System memudahkan peran pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, dan pembaca.
Open Journal System (OJS) merupakan solusi sumber terbuka untuk mengatur dan menerbitkan jurnal ilmiah secara on-line. Open Journal System (OJS)merupakan sistem pengaturan dan penerbitan jurnal dengan tingkat pengoperasian yang sangat mudah dan dapat didownload secara gratis dan diinstal ke penyedia web lokal.

4
Open Journal System (OJS) telah dirancang untuk mengurangi waktu dan tenaga yang disediakan untuk tugas-tugas penulisan dan pengelolaan yang berhubungan dengan mengedit sebuah jurnal sementara meningkatkan record-keeping dan efisiensi proses pengeditan. 
Open Journal System (OJS) dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas keilmiahan dan kualitas umum dalam penerbitan jurnal melalui sejumlah inovasi, dimulai dari pembuatan polis jurnal yang lebih transparan untuk meningkatkan indeks.

Manfaat dan Keuntungan Open Journal System (OJS)
Manfaat
Dengan Open Journal System (OJS) ini kita dapat mengambil banyak manfaat. Manfaatnya yaitu untuk mengelola jurnal-jurnal yang telah diterbitkan sehingga terarsipkan dengan baik. Selain itu dengan Open Journal System (OJS) dapat mengotomatisasikan proses pengiriman artikel (submission), editing, review dan lain-lain yang terkait dengan pengelolaan jurnal.
Keuntungan menggunakan aplikasi Open Source e-journal dengan OJS antara lain :
OJS dapat beroperasi diberbagai platform termasuk windows.
OJS dapat dijalankan dengan menggunakan webserver Apache atau IIS
Proses instalasi sangat mudah
banyak tersedia dokumentasi/panduan yang lengkap
Adapun kekurangan dari aplikasi OJS dalam pengelolaan e-journal antara lain:
Tidak ada mekanisme pembuktian keaslian
Tidak ada integrasi dengan tempat penyimpanan format RDF (Resource Description Framework) secara eksternal.
arsitektur dan tampilan desain dari OJS kurang menarik.
Dari keuntungan serta kekurangannya dari sekian banyak aplikasi open source untuk pengelolaan jurnal yang banyak dipakai dan cocok dengan kondisi pengelolaan jurnal di Indonesia sampai saat ini adalah OJS. Implementasi aplikasi OJS akhir-akhir ini sudah banyak digunakan dalam penggunaan elektronik journal, baik itu di perguruan tinggi, organisasi/asosiasi penelitian maupun di instansi pemerintah. Berikut kelebihan-kelebihan dari Open Journal System yang dianggap paling tepat untuk pengelolaan jurnal elektronik untuk Indonesia, diantaranya :
5
Proses instalasinya lebih mudah dibandingkan dengan jurnal-jurnal yang lainnya.
Dengan mengaplikasikan OJS sekaligus dapat mengatur tata letak website jurnal.
Dapat menangani pengiriman naskah melalui mitra bestari (peer review). Mitra bestari atau peer review sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas suatu jurnal sehingga dapat diketahui jurnal tersebut layak diterbitkan atau tidak.
Dapat melakukan pengeditan, pengelolaan edisi terbitan, pengindeksan dan pencarian.
Open Journal System berjalan diberbagai platform termasuk Windows, dan tidak bergantung pada server web dengan kata lain berjalan di kedua web server yaitu Apache atau IIS.

Teknik pembuatan E-Journal
Langkah-langkah berikut adalah untuk menginstal Open Journal System (OJS) di dalam Laptop yaitu;
Dapatkan file Open Journal System (OJS) versi terbaru dari situs http://pkp.sfu.ca/ojs, yaitu: ojs-2.2.3.tar.gz.
Ekstraklah file tersebut di bawah folder C:/wamp/www
Untuk memulai menginstal Open Journal System (OJS) akseslah htpp://localhost kemudian klik ojs-2.2.3 dalam daftar “Your Projects”.
 Halaman instalasi akan muncul dan ikutilah tahapan-tahapan sbb:







6




           5)  Buatlah folder untuk menyimpan file-file yang diupload

7

                6) Tampilan berikut menunjukkan instalasi sudah selesai.

Pengaturan e-journal
Setelah Open Journal System (OJS) berhasil diinstal, agar bisa melakukan pengaturan e-journal, pengguna admin harus log in terlebih dahulu. Misalnya, interface dari Open Journal System (OJS) di Universitas Negeri Yogyakarta sebagai berikut:




8
Pengelolaan Situs
Site Settings: untuk menambah dan mengedit informasi yang berkaitan dengan situs e-journal

Hosted Journals: untuk membuat dan mengedit jurnal yang akan dikelola dalam e-journal setelah dibuat




Setelah dibuat sebuah jurnal, maka akan terlihat sebagai berikut :


9
Pengelolaan Jurnal
Pengelolaan jurnal lebih lanjut dilakukan oleh Journal Managers. Manajer dapat melakukan seluruh sistem penerbitan jurnal mulai dari mengatur bagian-bagian halaman jurnal (mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan identitas, isi dan tampilan jurnal), mengelola pengguna jurnal, mengelola proses editing, reviewing, hingga publishing.



Cara akses dan memproteksi e-journal dengan menggunakan software Open Journal System (OJS)




10
Fitur kunci dari Open Journal System antara lain :
Open Journal System diinstal dan dikontrol secara lokal.
Editor bisa mengatur kebutuhan, bagian-bagian, proses review, dan lain-lain.
Pendaftaran dan pengelolaan seluruh konten secara online
Modul berlangganan dengan opsi untuk akses terbuka pada edisi sebelumnya.
  Pengindeksan lengkap dari konten sistem menyeluruh.
Tersedia tools untuk membaca konten, berdasar pilihan.
 Pemberitahuan melalui email dan fitur komentar untuk pembaca.
Support online lengkap dan tergantung konteks 

Fitur Konfigurasi
Untuk setingan keamanan disarankan menggunakan konfigurasi berikut ini :
Membuat database untuk OJS; menggunakan hak akses unik/khusus untuk mengaksesnya.
Konfigurasi ini database untuk melakukan backup otomatis pada keadaan standar /Dasar. Lakukan manual cadangan ketika melakukan upgrade atau Pemeliharaan.
 Konfigurasi OJS (config.inc.php) disarankan menggunakan SHA1 hashing daripada MD5.
 Konfigurasi OJS (config.inc.php) disarankan menggunakan force_ssl_login sehingga otentikasi pengguna berkomunikasi dengan server melalui HTTPS.
Instal OJS sehingga file direktori yang terdapat system OJS berada pada sebuah subdirektori dan tidak dapat diakses langsung melalui web. Batasi juga hak izin file sesuai kebutuhan. Otomatis backup direktori ini harus disinkronkan dengan pengaturan.

Struktur Manajemen
Proses Editorial
OJS memindahkan naskah ke jurnal melalui 5 tahap di proses pengeditan yang akan diatur oleh seorang editor atau lebih.
Antrian Penugasan: item dimulai disini dan diberikan kepada editor.
Review Naskah: item melalui peer review dan keputusan untuk pengeditan.
Pengeditan Naskah: item melalui copyediting, layout, dan proofreading. Naskah tersebut segera siap untuk dipublikasikan.
11
Daftar Isi: item diurutkan untuk publikasi dan diterbitkan.

Peran Editor
(Ditugaskan di Manajemen Jurnal)
Pengelola Jurnal: Mengatur jurnal dan fungsi staf editor (bisa juga berperan sebagai editor).
Editor: Mengawasi proses pengeditan; bisa menugaskan naskah kepada bagian pengeditan untuk menyelesaikan tinjauan naskah; bertanggung jawab dalam pengaturan isi dan penerbitan jurnal.
Editor Bagian: Mengawasi review naskah dan kemungkinan pengeditan naskah yang ditugaskan.
Copy editor:Bekerja dengan naskah untuk memperbaiki grammar dan kejelasan, mengajukan pertanyaan kepada penulis tentang kemungkinan eror dan memastikan keabsahan bibliografi dan cara penulisan jurnal.
Editor Layout :mengubah naskah yang telah dicopyedit menjadi tulisan di HTML, PDF dan/atau PS file dalam format yang tepat untuk penerbitan secara elektronik.
Proofreader: membaca tulisan untuk tipografi dan memformat eror.



Prinsip konsumsi dalam islam

Aktivitas ekonomi yang paling utama adalah konsumsi.
Setelah adanya konsumsi dan konsumen baru ada kegiatan lainnya seperti produksi/produsen, distribusi/ditributor dan lain-lain. Konsumsi dalam ekonomi Islam adalah
Upaya memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun rohani sehingga mampu memaksimalkan fungsi kemanusiaannya sebagai hamba Allah SWT untuk mendapatkan kesejahteraan atau kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah).
Dalam melakukan konsumsi maka prilaku konsumen terutama Muslim selalu dan harus di dasarkan pada Syariah Islam


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Prinsip-Prinsip konsumsi (consumption principle)
Dalam islam, ada 3 prinsip dasar konsumsi, yakni :
-        Prinsip Halal (halal principle)
-        Prinsip Kebersihan (clean principle)
-        Prinsip Kesederhanaan (simple principle)
B.     Maslahah dalam konsumsi
Pada perilaku konsumsi, seorang konsumen akan memfikirkan manfaat dan  berkah yang akan didapat dari kegiatan konsumsinya. Konsumen merasakan adanya manfaat suatu kegiatan konsumsi ketika ia mendapatkan pemenuhuan  kebutuhan fisik/ psikisnya  atau material. Disisi lain, berkah akan diperoleh ketika  ia mengkonsumsi barang/jasa yang dihalalkan oleh syari’at Islam.
1.      Kebutuhan dan Keinginan
Kebutuhan terkait dengan segala sesuatu yang harus dipenuhi agar suatu barang berfungsi secara sempurna sedangkan keinginan adalah terkait dengan hasrat atau harapan sesorang yang jika dipenuhi belum tentu akan meningkatkan keseimbangan funsi manusia ataupun suatu barang.
Secara umum, pemenuhan kebutuhan akan memberikan tambahan manfaat fisik, spiritual, intelektual ataupun material, sedangkan pemenuhan keinginan akan menambah kepuasaan atau manfaat psikis disamping manfaat lainnya. Jika suatu kebutuhan diinginkan seseorang, maka pemenuhan kebutuhan tersebut akan melahirkan mashlahah sekaligus kepuasaan, namun jika pemenuhan kebutuhan tidak dilandasi oleh keinginan, maka hanya akan memberikan manfaat semata.
2.      Maslahah dan kepuasan
Mashlahah merupakan suatau akibat atas terpenuhinya suatu kebutuhan atau fitrah, sedangkan kepuasaan merupakan suatu akibat dari terpenuhinya suatu keinginan. Meskipun demikian, terpenuhinya suatu kebutuhan juga akan memberikan kepuasan terutama jika kebutuhan tersebut disadari dan diinginkan.

3.      Maslahah dengan nilai-nilai ekonomi Islam
Manfaat dan berkah (mashlahah) hanya akan diperoleh ketika prinsip dan nilai-nilai Islam bersama-sama diterapkan dalam perilaku ekonomi. Sebaliknya, jika hanya prinsip saja yang dilaksanakan maka akan menghasilkan manfaat duniawi semata. Keberkahan akan muncul ketika dalam kegiatan ekonomi konsumsi disertai dengan niat dan perbuatan yang baik seperti menolong orang lain, bertindak adil dan semacamnya.

C.    Fungsi Kesejahteraan, Maximizer, dan Utilitas oleh Imam Al-Ghazali
Dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, Imam Al-Ghazali mengelompokkan dan mengidentifikasikan semua masalah baik yang berupa masalih (utilitas, manfaat) maupun mafasid (disutilits, kerusakan) dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Selanjutnya ia mengidentifikasikan fungsi sosial dalam kerangka hierarki kebutuhan individu dan sosial. Menurut Al-Ghazali, kesejahteraan (maslahah) dari suatu masyarakat teragantung kepada pencarian dan pemeliharaan 5 tujuan dasar yaitu:
1. agama(dien)
2. hidup atau jiwa (nafs)
3. Keluarga atau keturunan (nasl)
4, harta atu kekayaan (maal)
5. intelek atau akal (aql)
Kunci pemeliharaan dari kelima tujuan dasar ini terletak pada penyediaan tingkatan pertama, yaitu kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan perumahan. Namun demikian, Ghazali menyadari  bahwa kebutuhan-kebutuhan dasar demikian cenderung fleksibel mengikuti waktu dan tempat dan dapat mencakup bahkan kebutuhan-kebutuhan sosiopsikologis.
       Kelompok kedua terdiri dari semua kegiatan dan hal-hal yang tidak vital bagi lima fondasi tersebut, tetapi dibutuhkan untuk menghilangkan rintangan dan kesukaran dalam hidup. Kelompok ketiga mencakup kegiatan-kegiatan dan hal-hal yang lebih jauh dari sekedar kenyamanan saja, meliputi hal-hal yang melengkapi, menerangi atau menghiasi hidup
       Ghazali tidak hanya menyadari keinginan manusia untuk mengumpulkan kekayaan, tetapi juga kebutuhannya untuk persiapan di masa depan. Namun demikian, ia memperingatkan bahwa jika semangat selalu ingin lebih ini menjurus kepada keserakahan dan pengejaran nafsu pribadi maka hal itu pantas dikutuk. Hal inilah yang membuat orang memandang kekayaan sebagai ujian terbesar.







D.    Fungsi Utility
Dalam ilmu ekonomi tingkat kepuasan (utility function) digambarkan oleh kurva indiferen(IC) . biasanya yang digambarkan adalah utility function antara dua barang (atau jasa) yang keduanya memang disukai oleh konsumen. Dalam membangun teori utility function, digunakan tiga aksioma pilihan rasional yaitu:
      1.      Completeness
Aksioma ini mengatakan bahwa setiap individu selalu dapat menentukan keadaan mana yang lebih disukainya di antara dua keadaan. Bila A dan B adalah 2 keadaan berbeda, maka manusia dapat menentukan secara tepat satu pilihan diantara 3 kemungkinan :
- A lebih disukai daripada B
- B lebih disukai daripada A
- A dan B sama menariknya
      2.      Transitivity
Aksioma ini untuk memastikan adanya konsistensi internal dalam diri individu dalam mengambil keputusan.
     3.      Continuity
Aksioma ini menjelaskan bahwa jika seorang individu mengatakan A lebih disukai daripada B maka keadaan yang mendekati A pasti juga disukai daripada B.


Konsekuensi dari adanya aksioma konsistensi dalam pilihan konsumen, maka antara kurva indiference yang berbeda tidak boleh berpotongan. Jika kurva tersebut berpotongan berarti terjadi pelanggaran aksioma utility, yaitu tidak adanya konsistensi telah terjadi

     1.      Tingkat Substitusi Marginal
Tingkat kesedian untuk menukar komoditas dengan komoditas lain inilah yang disebut tingkat subtitusi marginal x untuk y atau MRSXY, MRSXY = jumlah unit komoditas y yang harus dikorbankan untuk mendapatkan tambahan satu unit komoditas x, dalam tingkat kepuasaan yang sama. Formasi MRSXY  dapat kita tuliskan sebagai berikut:
MRSXY= jumlah unit Y yang berkurang
       Jumlah penambahan satu unit x

            2.      barang Halal, Haram, dan Analisis Kurva Indiference

Tidak semua komoditas mempunyai sifat yang sama, yakni ada yang haram dan ada yang halal, Konsumsi barang halal dan haram tentu berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah yang berimplementasi pada pahala yang pada ujungnya akan berpengaruh pada kepuasan. Logikanya, barang yang kita konsumsi adalah barang yang sah dan halal maka akan membawa terhadap kemantapan dan kualitas ibadah karena ketika menggunakan tanpa dicampuri dan dibebani salah sehingga akan diterima dan mendapat pahala untuk bekal hari setelah kematian nanti.[1][1]
kita tidak dapat memberikan pengertian yang sama terhadap bentuk dan funsi dari kurva indiferencenya. Utuk menerengkan bagaimana kurva indiference dibentuk dari berbagai komoditas yang telah memisahkan antara yang halal dan yang haram dari komditas dapat kita lihat pada gambar dibawah ini:


1.      Increasing Utility
      Semakin tinggi IC berarti semakin banyak barang yang dikonsumsi, yang berarti semakin tinggi tingkat kepuasaan konsumen. Secara grafis tingkat utilitas yang lebih tinggi digambarkan dengan utility function yang letaknya di sebelah kanan atas. Bagi konsumen, semakin ke kanan atas utility semakin baik.
        Rasulullah saw. Bersabda, “Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih dicintai daripada orang beriman yang lemah.” Dalam hadits lain bermakna:” Iri hati itu dilarang kecuali terhadap dua jenis orang yaitu orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya, dan orang yang kaya yang membelanjakan hartanya di jalan Allah. jadi Dalam konsep Islam pun diakaui bahwa yang lebih banyak (tentunya yang halal) lebih baik. Secara grafis utility function antara dua barang (atau jasa) yang halal digambarkan sebagaimana lazimnya. Dalam konsep Islam sangat penting adanya pembagian jenis barang  (atau jasa) antara yang haram dan yang halal. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menggambarkan hal ini dalam utility function . utility function untuk dua barang yang saah satunya tidak disukai digambarkan dengan utility function yang terbalik seakan diletakkan cermin. Semakin sedikit barang yang tiadak kita sukai akan memberikan tingkat kepuasaan yang lebh tinggi. Hal ini digambarkan dengan utility function yang semakin ke kiri atas semakin tinggi tingkat kepuasaannya. Barang yang haram adalah barang yang tidak kita sukai.


1.      Budget Constraint
Segala keinginan pasti ada konstrain yang membatasinya, tentu batasan ini akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan usaha yang dikeluarkan untuk mendapatkan konstrain yang lebih tinggi. Dalam teori konsumsi hadits tentang cita-cita dan segala macam hambatan ini bisa kita gunakan untuk menerangkan tentang batasan seseorang dalam memaksimalkan utility konsumsinya. Selain faktor norma konsumsi dalam Islam, keinginan untuk memaksimalkan utility function ditentukan juga oleh berapa dana yang tersedia untuk membeli kedua jenis barang tersebut,
Kombinasi titik di bawah budget line menunjukkan jumlah dana yang digunakan untuk mengkonsumsi barang  X dan barang Y dan jumlah dana yang digunakan tersebut lebih kecil daripada dana yang tersedia.

E.    Optimal Solution
Sesuai dengan asumsi rasionalitas, maka konsumsi seorang muslim akan selalu bertindak rasional. Oleh sebab itu, pengambilan keputusan dari seorangg konsumen senantiasa didasarkan pada perbandingan antarberbagai prefensi, peluang dan manfaat serta madharat yang ada. Untuk mencapai titik optimalisasi konsumen, seorang konsumen dibatasi oleh garis anggaran dari pendapatannya atau berbagai komoditas yang dapat dibelinya. Secara matematis optimisasi konsumen dapat diformulasikan sebagai berikut:




Utilitas marginal X             =         utilitas marginal Y
Harga X                                                      harga Y

Utilitas marginal X             =                      HargaX
Utilitas marginal Y                                     Harga Y

MUx                                               =                      Px
MUx                                                                               P


Konsumen akan memaksimalkan pilihannya dengan dua cara yaitu:
1.      Memaksimalkan utility function pada budget line tertentu
2.      Meminimalkan budget line pada utility function tertentu