IMBAS ELEKTROMAGNETIK

Berikut Latihan soal.

LAPORAN BIOLOGI

DISUSUN: APRIANDI PRASETYO ,ATIKA DIAN PURWANDANI, BELLO SOFIONO,CECEP HENDRA

RITUAL PERKAWINAN ADAT SAI BATIN

Tempat tersebut disebut manjau, pengartian manjau adalah cara bertemu atau berkunjung kerumah gadis yang sudah dikenal dalam rangka menjalin hubungan untuk berumahtangga...

PENANGGULANGAN RADIOAKTIF

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HAK SIAR ISL 2015

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Friday, 22 March 2013

WALAH.. kok bisa istana negara kebakar???

wahh.. harusnya ada alat keaamanan yang canggih dong..
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Fadli Zon, melihat kebakaran di Gedung Sekretariat Negara pada Kamis 21 Maret 2013 sore sangat memprihatinkan. Menurutnya, kejadian ini menunjukkan lemahnya keamanan dan keselamatan gedung paling vital di Indonesia itu.

"Adanya kebakaran ini, menunjukkan bahwa safety dan security kompleks Istana Negara kurang terjaga," kata Fadli dalam pesan tertulis ke VIVAnews. "Seharusnya hal ini bisa dicegah dan diantisipasi sejak dini. Kompleks Istana selayaknya dilengkapi dengan pengamanan yang ketat dan canggih."

Fadli menjelaskan, Gedung Setneg merupakan gedung yang sangat penting. Banyak dokumen negara yang tersimpan di sana sehingga tingkat security-nya juga harus bagus. "Bagaimana bisa gedung ini terbakar? Semoga dokumen negara tak ada yang terbakar," katanya.

"Kita semua tentu berharap keamanan dan keselamatan kompleks Istana Negara harus ditingkatkan. Jangan sampai kejadian serupa terulang karena bangunan itu merupakan aset berharga negara dan bagian vital dari aktivitas roda pemerintahan," katanya.

Pakar: Petugas Tak Sigap

Pakar masalah kebakaran Universitas Indonesia (UI) Fatma Lestari melihat ketidaksigapan petugas dan kurangnya fasilitas keamanan pemadaman dalam kebakaran Gedung Sekretariat Negara itu. Fatma melihat, kemungkinan besar ini terjadi akibat kurangnya pelatihan simulasi terkait kasus tersebut.

"Kalau pernah latihan simulasi kebakaran, pasti akan tahu langkah yang harus dilakukan bukan malah menyaksikannya dari dekat. Ini enggak, saya perhatikan di beberapa tayangan televisi, malah sejumlah pejabat terlihat menonton dari dekat. Ini kan bahaya karena mengancam keselamatan mereka,” ujar Fatma saat dimintai tanggapan seputar insiden yang terjadi di Gedung Setneg.

Lebih lanjut Fatma menilai pencegahan maupun antisipasi kebakaran yang kerap dialami gedung-gedung Jakarta masih sangat kurang. Ia pun mensangsikan jika alat pemadam kebakaran yang ada di tiap gedung ibukota layak untuk dipakai. Pasalnya, sosialisasi ataupun simulasi penggunaan alat masih kurang mendapat perhatian serius.

“Minimal untuk menguji alat pemadaman ya setahun sekalilah. Ini penting, jangan sampai pas dicoba ternyata alatnya malah macet. Itu yang bahaya,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V Nahattands menegaskan, tak ada korban jiwa dan kehilangan dokumen penting dalam peristiwa Kamis sore itu.
Kebakaran ini juga memastikan perangkat keselamatan gedung berfungsi dengan baik. Alat-alat pemadam kebakaran termasuk hidran ternyata berfungsi baik. "Karena semua siap, langsung (api) bisa dipadamkan, kalau tidak seluruh gedung terbakar," kata Lambock.

Saturday, 10 March 2012

Mengapa Yahudi Tidak Suka Indonesia dan Malaysia Bersatu?

Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Selasa (11/10/2011).

Hubungan Indonesia kembali memanas. Setelah kian kali, dua Negara serumpun-seakidah ini kembali diributkan persoalan nasionalisme yang sama sekali tidak diajarkan ulama-ulama Melayu tempo dulu.

Kasusnya sederhana, namun luar biasa bagi kaum nasionalis, yakni permasalahan tapal batas Camar Bulan di Sambas yang diduga telah dicaplok Malaysia.

Kita harus membuka mata bahwa konflik antara Malaysia dan Indonesia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada unsur-unsur pemicu layaknya api yang menimbulkan asap besar. Pertanyaannya siapakah pemantik api itu? Umat Muslim? Bukan, karena kita hanya korban.

Pakar Melayu Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengamini bahwa ada intervensi pihak luar di balik perseteruan kedua Negara serumpun muslim ini.

Dalam memoar buku Thomas Raffles disebutkan, Barat harus memastikan bahwa alam Melayu ini lemah. Untuk melemahkan, Raffles mengusulkan dua buah strategi.

Pertama, imigran-imigran asing masuk ke Melayu supaya kawasan ini tidak menjadi kawasan Melayu, melainkan majemuk (dibawa orang-orang China dan India).

Kedua, pastikan bahwa raja-raja Melayu yakni Semenanjung, Sumatera, Jawa dan sebagainya, tidak mengambil para ulama Arab menjadi penasehat mereka. Jadi, tujuan mereka memang untuk memisahkan Arab dengan Melayu.

Bersatunya antara Malaysia dan Indonesia membentuk Imperium Islam Melayu inilah yang sangat ditakuti oleh Zionisme.

Mereka sadar Melayu adalah potensi kuat dalam membangkitkan Islam dari tenggara Asia, maka itu jalur ini harus dihabisi, apapun caranya.

Dan pengalaman bangsa Indonesia yang kerap mudah diadu domba adalah kunci yang selalu mereka pegang saat zaman devide et impera.

Yang juga kita harus faham adalah Thomas Stamford Raffles sendiri seorang Freemason. Menurut Th Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas, Raffles pada tahun 1813 dilantik sebagai mason bebas di bantara “Virtutis et Artis Amici”. “Virtus” merupakan suatu bantara sementara di perkebunan Pondok Gede di Bogor.

Perkebunan itu dimiliki Wakil Suhu Agung Nicolaas Engelhard. Di situ Raffles dinaikkan pangkat menjadi ahli (gezel), dan hanya sebulan kemudian dinaikkan menjadi meester (suhu) di loge “De Vriendschap” di Surabaya.

Raffles pula yang mendirikan Singapura modern yang kini menjadi basis Israel di Asia Tenggara. Agen-agen zionis melalui Singapura adalah penghasut sebenarnya dalam mengeruhkan hubungan sesama muslim Melayu.

Kebanyakan koruptor Indonesia pun bermukim di Singapura setelah merampok uang hasil keringat anak-anak Indonesia dan rakyat jelata.

Singapura adalah sekutu zionis. Mereka tidak mau menandatangani perjanjian extradisi dengan Indonesia semata-mata melindungi koruptor ini karena mereka bawa banyak uang ke Singapura.

Untuk mengalihkan isu ini dari masyarakat Indonesia, mereka akan coba cari isu supaya masyarakat Indonesia lebih fokus pada isu yang mereka cipta.

Maka diwujudkanlah isu sekarang, konfrontasi Malaysia-Indonesia. Melalui media sekular di Negara ini, mereka terus berupaya agar rumpun Melayu bangga akan identitas negara-nya masing-masing.

Adanya inflitrasi Zionis di Malaysia juga bukan barang baru. Tahun lalu mantan wakil perdana menteri Malaysia yang juga tokoh oposisi, Anwar Ibrahim, pernah membeberkan fakta adanya keberadaan intelijen Zionis di markas kepolisian federal Malaysia.

Kala itu bersama dengan Kelompok Muslim, mereka menyatakan memiliki dokumen yang memperlihatkan kemungkinan adanya intelijen Zionis kedalam strategi informasi negara lewat perusahaan kontraktor bernama "Osiassov", yang melaksanakan proyek pengembangan sistem komunikasi dan teknologi di markas besar polisi federal Malaysia.

Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa perusahaan "Osiassov" terdaftar di Singapura namun berkantor pusat di negara penjajah Zionis Tel Aviv.

Menurut Anwar, kehadiran dua mantan perwira tentara Zionis di perusahaan yang bersangkutan, adalah sepengetahuan petugas polisi senior Malaysia dan Menteri Dalam Negeri Malaysia sejak jaman Syed Ahmad Albar.

Yakinlah, jika umat muslim Melayu tidak kembali ke ajaran Islam sejati dimana tak ada ruang pada nasionalisme yang memberhalakan bangsa, benih permusuhan itu akan selalu muncul, walau kedua Negara itu makmur dan sama-sama beragama muslim.

Maka itu, bersatulah bangsa Melayu. Bersatulah diatas Panji Islam yang akan membuka jalan tegaknya dienullah ini di tanah perjuangan kita, tanah Melayu Darussalam.



vivanews dong...