IMBAS ELEKTROMAGNETIK

Berikut Latihan soal.

LAPORAN BIOLOGI

DISUSUN: APRIANDI PRASETYO ,ATIKA DIAN PURWANDANI, BELLO SOFIONO,CECEP HENDRA

RITUAL PERKAWINAN ADAT SAI BATIN

Tempat tersebut disebut manjau, pengartian manjau adalah cara bertemu atau berkunjung kerumah gadis yang sudah dikenal dalam rangka menjalin hubungan untuk berumahtangga...

PENANGGULANGAN RADIOAKTIF

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HAK SIAR ISL 2015

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Monday, 12 January 2015

IDEOLOGI PANCASILA

Istilah ideology pertama kali dilontarkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 – 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah pengucapan atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran.Dalam tinjauan terminologis, ideology is Manner or content of thinking characteristic of an individual or class (cara hidup/ tingkah laku atau hasil pemikiran yang menunjukan sifat-sifat tertentu dari seorang individu atau suatu kelas).
Pancasila dijadikan ideologi dikerenakan, Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan  rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar dalam mengatur kehidupan bernegara. Selain itu, Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia kemudian nilai kandungan Pancasila dilestarikan dari generasi ke generasi.
Pancasila pertama kali dikumandangkan oleh Soekarno pada saat berlangsungnya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (BPUPKI).
Pada pidato tersebut, Soekarno menekankan pentingnya sebuah dasar negara. Istilah dasar negara ini kemudian disamakan dengan fundamen, filsafat, pemikiran yang mendalam, serta jiwa dan hasrat yang mendalam, serta perjuangan suatu bangsa senantiasa memiliki karakter sendiri yang berasal dari kepribadian bangsa.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pancasila secara formal yudiris terdapat dalam alinea IV pembukaan UUD 1945. Di samping pengertian formal menurut hukum atau formal yudiris maka Pancasila juga mempunyai bentuk dan juga mempunyai isi dan arti (unsur-unsur yang menyusun Pancasila tersebut). Tepat 64 tahun usia Pancasila, sepatutnya sebagai warga negara Indonesia kembali menyelami kandungan nilai-nilai luhur tersebut.
Ketuhanan (Religiusitas)
Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya.
Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dari dasar ini pula, bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama, apapun agama dan keyakinan mereka.
Kemanusiaan (Moralitas)
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab. Manusia yang maju peradabannya tentu lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, dan mengenal hukum universal.
Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.
Persatuan (Kebangsaan) Indonesia
Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan persatuan Indonesia.
Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan.
Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.
Keadilan Sosial
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan,  serta pemerataan terhadap suatu hal. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa. Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata.

Saturday, 10 January 2015

Rumah idaman

RUMAH IDAMAN TERBARU 2015.

Lampung. rumahku adalah istana ku. ya benar sebagus-bagus nya rumah kalau bukan milik sendiriya kurang nyaman. untuk kita merasa nyaman di rumah sendiri perlu dinuat rumah yang bagus tentunya.

berikut kami lampirkan gambar referensi untuk rumah anda






































The villa's interior covers 4000 square meters (43000 square feet) while the entire campus covers 3 acres. Located along the beachfront of the Yamu Peninsula, overlooking Phang Nga Bay, every detail of Villa Sawarin was chosen for both luxury and retreat.

Friday, 22 March 2013

hewan indonesia yang sudah punah??



Harimau Jawa

Harimau jawa adalah salah satu dari 3 jenis harimau yang hidup di pedaman Indonesia selain harimau Sumatra dan Bali, penyebarannya saat masih ada melingkupi pedalamaan jawa bagian timur, tengah dan ujung kulon.

Faktor yang dianggap paling bertanggung jawab atas punahnya Harimau Jawa adalah kerusakan habitat akibat tekanan penduduk dan perburuan intensif pada awal abad ke-20. di tahun 1920an disaat populasi harimau jawa telah berkurang drastis sebenarnya ada upaya dari pemerintahan Hindia Belanda untuk melindungi dengan melarang perburuan harimau jawa dan dilanjutkaan saat setelah kemerdekaan oleh pemerintah Indonesia.

Sekitar tahun 1950-an dilaporkan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini. hingga Di tahun 1979 dilaporkan hanya tertinggal 3 ekor saja dan akhirnya harimau terakhir yang bertahan mati di tahun 1980.

Harimau jawa memiliki tubuh yang lebih besar dari saudaranya di sumatra dan bali, dengan bobot rata-rata untuk jantan antara 150-200kg dan memiliki panjang rata-rata untuk harimau dewasa adalah 2,5 meter




Harimau Bali

Harimau Bali atau (Panthera tigris balica) dinyatakan punah tanggal 27 September 1937, harimau Bali adalah jenis harimau terkecil dari semua jenis harimau di dunia, namun dari ukurannyaa yang relatif kecil itu ia memiliki warna kulit atau loreng yang terang dari semua jenis harimau, dan inilah salah satu penyebab mengapa jenis ini sangat banyak diburu hingga akhirnya punah.

Sempat ditahun 1986 ada laporan telah melihat harimau bali di alam liar, dan telah dikonfirmasi kebenarannya, namun para peneliti sangat terlambat untuk menanggapinya dan akhirnya mereka menemukan bangkai harimau bali di tahun yang sama, sampai saat ini tidak ada lagi laporan dari warga telah melihat harimau cantik tersebut.


bisa diakses di VIVA

Thursday, 17 November 2011

Wanita Rentan Alami Sindrom Patah Hati

Kehilangan seseorang yang dicintai bisa menyebabkan seorang wanita mengalami kesedihan terlalu lama. Kondisi tersebut akan memicu gejala mirip serangan jantung atau disebut juga sindrom patah hati.

Para dokter di Jepang pertama kali mengenali sindrom ini sekitar tahun 1990 dan menyebutnya Tokotsubo cardiomyopathy. Tako tsubo merupakan gurita yang terperangkap yang menyerupai bentuk gambaran pot di jantung.

Sindrom tersebut terjadi ketika ada kejutan besar, termasuk saat mendengar kabar gembira seperti menang lotere. Kejutan yang menimbulkan shock itu memicu adrenalin dan stres hormon lainnya sehingga jantung memompa bilik utama seperti balon dan mendadak tidak bisa bekerja baik.

Dalam penelitian terungkap hal itu bisa mengubah ritme jantung dan substansi darah yang mirip dengan kejadian serangan jantung tetapi tanpa ada sumbatan pembuluh darah. Mayoritas penderita akan sembuh dalam seminggu tetapi pada kasus yang jarang bisa berakibat fatal.

Dr.Mariell Jessup dari Universitas Pennsylvania termasuk dokter yang sudah sering menangani kasus sindrom patah hati. Salah satu pasiennya adalah Cyndy Bizon yang mengantar suaminya ke rumah sakit akibat serangan jantung di tahun 2005.

"Saat suaminya akan dibawa ke ruang operasi mendadak Bizon pingsan. Rasa ketakutan yang amat besar membuatnya mengalami sindrom patah hati," kata Jessup.

Yang menarik adalah kondisi tersebut paling sering dialami oleh perempuan dibanding laki-laki. "Kaum perempuan beresiko 7,5 kali lebih besar menderita sindrom ini dibanding pria," kata Dr.Abhishek Deshmukh dari Universitas Arkansas dalam presentasinya di pertemuan American Heart Association.

Para ahli mengatakan sindrom ini mungkin dipengaruhi oleh hormon. Alasan lain pria memiliki lebih banyak reseptor adrenalin di sel jantung dibandingkan wanita. "Sehingga pria lebih mampu mengatasi stres dan hormon-hormon yang dikeluarkan tubuh saat terjadi kejadian yang mengguncang," kata Deshmukh.


oleh :

AP

Wednesday, 16 November 2011

Hasil Riset tentang Peranan Multimedia dalam Pembelajaran

Oleh: Joko Sutrisno, S.Si., M.Pd.

Ketika kita mendengar istilah pembelajaran dengan multimedia, maka yang terlintas di benak kita adalah penggunaan teknologi presentasi di dalam kelas, misalnya penggunaan televisi, komputer, dan proyektor di dalam kelas. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan multimedia? Multimedia merupakan penggabungan lebih dari satu media menjadi suatu bentuk komunikasi yang bersifat multimodal atau multichannel (Heinich, 2002; Boyle, 1997; Rieber, 1994). Multimedia telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menyampaikan bahan-bahan pelatihan kepada para karyawannya, juga oleh para guru dan dosen untuk menyampaikan materi ajarnya kepada para siswa dan mahasiswa. Diyakini bahwa penggunaan multimedia dalam suatu kegiatan belajar (di sekolah maupun dalam kegiatan pelatihan) mampu meningkatkan hasil kegiatan belajar. Software-software presentasi seperti Microsoft PowerPoint menggabungkan berbagai jenis media ke dalam suatu paket presentasi yang menarik, yang akan menarik perhatian dan meningkatkan motivasi para pembelajar (Jonassen dkk, 1999).

Hasil-hasil penelitian tentang multiple channel, yaitu tentang penyampaian informasi melalui berbagai jenis media mengindikasikan bahwa ketika suatu channel bersifat melengkapi informasi yang ada (complementary), maka kegiatan belajar akan meningkat, tetapi ketika informasi yang diberikan melalui suatu channel yang berbeda bersifat perulangan yang berlebihan (redundant), maka umumnya kegiatan belajar tidak akan meningkat. Ketika informasi yang diberikan melalui channel yang berbeda tidak konsisten dengan informasi yang telah ada sebelumnya, maka justru akan terjadi penurunan kegiatan belajar (Jonassen, dkk, 1999; Hede, 2002).

Riset tentang multimedia dan teknologi pembelajaran yang berkaitan dengan multimedia selama bertahun-tahun menunjukkan penemuan yang tidak konsisten mengenai efek multimedia terhadap kegiatan belajar. Beberapa riset menunjukkan efek yang positif dari multimedia, sementara yang lain menunjukkan ketiadaan efek, dan bahkan ada yang menunjukkan efek negatif. Ketidakkonsistenan hasil riset ini disebabkan oleh banyaknya faktor-faktor yang menyatu yang mempengaruhi peranan multimedia terhadap kegiatan belajar (Hede, 2002).

Perdebatan mengenai peran multimedia dalam kegiatan belajar berlangsung sengit antara Robert B. Kozma dan Richard E. Clark. Clark (Clark, 1994) berpendapat bahwa media tidak berpengaruh terhadap kegiatan belajar. Menurutnya, media hanya merupakan “kendaraan” untuk kegiatan belajar, sedangkan yang berpengaruh terhadap kegiatan belajar adalah metode yang digunakan. Clark setuju dengan pendapat bahwa media baru yang digunakan dalam kegiatan belajar akan berpengaruh terhadap kegiatan belajar seorang pembelajar, tetapi begitu pembelajar tersebut sudah terbiasa dengan media baru itu, maka pengaruh dari media tersebut sudah tidak ada lagi.

Kozma (Kozma, 1991, 1994) berpendapat bahwa media dapat meningkatkan kegiatan belajar. Media dapat membantu membuat “model mental” yang lebih baik sehingga membantu pemahaman seorang pembelajar. Sebagai contoh, sebuah buku yang berisi teks saja mensyaratkan kita untuk memiliki pengetahuan awal tentang apa yang dibahas di dalam buku tersebut supaya kita bisa membuat “model mental”. Tanpa pengetahuan awal (prior knowledge) tentang materi yang dibahas, “model mental” yang dibuat bisa jadi tidak akurat. Ketika pada buku tersebut juga disertakan gambar, maka pembelajar akan lebih mudah membuat “model mental” yang lebih lengkap dan tepat. Dengan demikian, melalui media, seorang pembelajar memiliki kemampuan untuk menjelajahi tempat-tempat, di dalam dunia virtualnya, yang mungkin tidak akan pernah dilihatnya secara langsung. Artinya, media meningkatkan kemampuan manusia untuk belajar.

Dari perdebatan mengenai peranan multimedia dalam pembelajaran tersebut, dapat kita tarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.Multimedia dapat digunakan untuk membantu pembelajar membentuk “model mental” yang akan memudahkannya memahami suatu konsep.
2.Pemanfaatan multimedia dapat membangkitkan motivasi belajar para pembelajar, karena adanya multimedia membuat presentasi pembelajaran menjadi lebih menarik.
3.Perlu diperhatikan juga bahwa “sesuatu yang menarik tidak secara otomatis mudah dipahami”, karena adakalanya, suatu tampilan yang menarik justru akan memecah fokus perhatian pembelajar. Penggunaan multimedia harus benar-benar dipilih sesuai kebutuhan. Ada beberapa materi pembelajaran (terutama yang kompleks) yang memerlukan multimedia, tetapi ada juga materi pembelajaran yang cukup disampaikan secara lisan saja, tanpa perlu bantuan perangkat multimedia karena cukup sederhananya materi tersebut.

Referensi

Boyle, Tom. Design for Multimedia Learning. Hertfordshire: Prentice Hall, 1997.

Clark, Richard, E. Media will Never Influence Learning. ETR&D, Vol. 42, No. 2, pp. 21-29, 1994.

Hede, Andy. An Integrated Model of Multimedia Effects on Learning. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia 11(2), 177-191, 2002.

Heininch, R., Molenda, M., Russell, J.D., Smaldino, S.E. Instructional Media and Technologies for Learning, 7th Ed. Ohio: Merrill Prentice Hall, 2002.

Jonassen, D.H, Peck, K.L, Wilson, B.G. Learning With Technology: A Constructivist Perspective. Ohio: Pub. Merril (Prentice Hall), 1999.

Kozma, R. B. Learning with media. Review of Educational Research , 61 (2), 1991.

Kozma, R.B. Will Media Influence Learning? Reframing the Debate. ETR&D, Vol. 42, No. 2, pp. 7-19, 1994.

Rieber, Lloyd. Computers, Graphics, & Learning. Iowa: Brown & Benchmark Publishers, 1994



kerjasama dengan : erlangga.co.id