IMBAS ELEKTROMAGNETIK

Berikut Latihan soal.

LAPORAN BIOLOGI

DISUSUN: APRIANDI PRASETYO ,ATIKA DIAN PURWANDANI, BELLO SOFIONO,CECEP HENDRA

RITUAL PERKAWINAN ADAT SAI BATIN

Tempat tersebut disebut manjau, pengartian manjau adalah cara bertemu atau berkunjung kerumah gadis yang sudah dikenal dalam rangka menjalin hubungan untuk berumahtangga...

PENANGGULANGAN RADIOAKTIF

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HAK SIAR ISL 2015

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Sunday, 14 June 2015

5 tempat wisata kuliner yang wajib dikunjungi di bandung

tidak hanya dikenal dengan tempat wisata alam yang indah dan sejuk, Bandung pun terkenal dengan wisata kulinernya. Menawarkan berbagai macam tempat makan, kota Bandung pasti membuat kamu bingung dengan banyaknya pilihan yang ada. ingin tahu tempat wisata kuliner di Bandung yang harus dikunjungi di sela-sela waktu liburan Anda? Berikut reviewnya.

1. Paskal Food Market

Paskal Food Market

Berlokasi di lokasi Pasir Kaliki, didekat stasiun Bandung, Paskal Food Market memiliki lebih dari 100 bakul makanan, dimulai dari makanan khas Bandung, s/d makanan internasional seperti makanan Jepang & Korea. dengan ide area terbuka, Kamu bakal dimanjakan oleh hawa sejuk kota Bandung berteman makanan hangat yang pasti.. hmmm nikmatt. 

hanya dengan modal 10.000 Rupiah saja, Kamu telah dapat menikmati makanan enak yg ditawarkan di Paskal Food Market.Dikarenakan harga makanannya yg tak mahal, Paskal Food Market tidak jarang kali dikunjungi oleh pelajar & anak jejaka. diluar itu, ruangan wisata kuliner ini pula di lengkapi dengan kolam keberuntungan & suasana romantis bersama lampu & obor yg dibuat sedemikian rupa.

2. Rumah Sosis

Rumah Sosis
Rumah Sosis bukan sembarang lokasi wisata kuliner di Bandung, melainkan juga merangkap sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Bandung yang terkenal. Dengan konsep “eat, swim, play”, Rumah Sosis menawarkan sebuah tempat yang pas untuk hiburan keluarga, utama nya untuk keluarga yang mempunyai anak kecil.

Sesuai dengan namanya, menu utama di Rumah Sosis ialah berbagai jenis makanan dengan bahan utama sosis. Sosis yang ditawarkan juga sangat beragam, ada sosis ayam, sapi, ikan, ada yang besar, dan juga ada yang kecil. Bagi yang tidak ingin makan sosis, tidak perlu khawaitr karena tempat wisata kuliner ini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, nasi liwet, chicken katsu, dan lain-lain.

Selain menyajikan makanan yang enak, Rumah Sosis juga mempunyai banyak wahana permainan yang menyenangkan, misalnya mini golf, perahu sosis, kolam renang, lorong sesat, dan lain-lain. Wahana permainan ini tidak gratis alias berbayar dengan  mempunyai harga yang berbeda-beda.

3. Pino Pizza

Beralamatkan di Jalan Buah Batu, Pino Pizza menjual pizza, salad, dan pasta dengan harga yang bersaing dibanding dengan restoran pizza lain. Pizza yang ditawarkan di sini cukup bermacam-macam dengan harga mulai dari 45.000 Rupiah. Yang paling menarik adalah menu pizza manis yang hanya ditawarkan di Pino Pizza saja. Apa itu pizza manis?

Pizza manis adalah pizza yang topping-nya tidak berupa daging atau sayur, melainkan berupa topping manis, seperti apel dan pisang. Selain pizza, Pino Pizza juga menawarkan tuna salad, pasta carbonara, pasta aglio olio, oreo latte, dan lain-lain

4. Cie Rasa Loom Buah Batu


Berlokasi di Jalan Terusan Buah Batu, Cie Rasa Loom merupakan ruang wisata kuliner yang memiliki menu andalan berupa mie Aceh. Restoran yang buka 24 jam ini didominasi oleh warna merah & memiliki 2 lantai dengan lampu penerangan berwarna kuning. Restoran ini dipunyai oleh orang Aceh yang pandai memasak maka tak patut diragukan lagi rasanya. Nama “Cie Rasa Loom” pula memiliki arti tersendiri yakni “coba rasakan lagi”.

5. Kampung Daun


Kampung Daun ialah lokasi wisata kuliner di Bandung yang unik. Pada waktu tiba di tempat, Kamu bakal segera memasuki duniayang berbeda, adalah dunia dengan suasana pedesaan yang nyaman. Tidak Hanya suasana tradisional, Kampung Daun pulamenawarkan masakan khas Indonesia maka amat sangat pas sekali dengan suasana yang ada. 

Tidak Hanya suasana pedesaan yang menenangkan jiwa, lokasi wisata kuliner yang terletak di Jalan Sersan Bajuri ini punmenawari suasana romantis pada malam hari dengan pencahayaan yang pintar. Makanan yang dapat dipesan di restoran ini di antaranya : surabi, batagor, nasi liwet, gurame bakar, nasi timbel, bebek bakar, nasi goreng, sop buntut, nasi bakar, sampai dengan steak, iga bakar, dan es krim.

Monday, 12 January 2015

Raja Ampat : The Best Underwater Expedition in the World

JAYAPURA. The roaring engines fixed to a large wooden boat are finally quiet. Nothing can be heard but the rifting little waves, lapping against the vibrant paint on the sides of the vessel that gracefully slows down. Native birds hop on the tip of a small tree in one of the deserted islands in the distance.

Raja Ampat or ‘Four Kings’, is the name given to these islands and comes from a local myth. The four major islands found here are Waigeo, Misool (which is home to ancient rock paintings), Salawati, and Batanta.

Underwater enthusiasts flock to this region because it offers the world’s best marine sights. Two days earlier, some of these travelers had been at a deafening corner of a tourist trap in Bali. Once they took their flight to the bird head of the island of Papua everything changed as they embarked on a diving tour of a lifetime. In the Raja Ampat islands, divers can explore vertical underwater walls. The thrill of drift diving is another great challenge. These are the awesome experiences you will find in Raja Ampat.

Meanwhile, on this tour several divers were well equipped and looked advanced. The territory within the islands of the Four Kings is enormous, covering 9.8 million acres of land and sea, home to 540 types of corals, more than 1,000 types of coral fish and 700 types of mollusks. This makes it the most diverse living library for world's coral reef and underwater biota. According to a report developed by The Nature Conservancy and Conservation International, around 75% of the world's species live here. When divers first arrive here their excitement is palpable. It's common to hear people praise God as they take in the remarkable scenery. Others prefer to remain in silence taking in the overwhelming sight of so many islands with crystal clear water that softly brushes over the white sandy beaches.

"Disini bagus!", says the friendly local guide who had been appointed by the tour operator who runs an eco-lodge in Raja Ampat, indicating that they have arrived at one of the most fantastic diving sites. On other days, this guide is just a simple fisherman. The local fishermen here are accustomed to foreigners and are friendly, especially when offered pinang (betel nuts) or some sweet candies. These are very popular and offering these sweets is considered polite and a good way to win an instant smile. The fishermen usually eat this snack during Para-para Pinang, or social chatting and exchanging funny stories while chewing Pinang. In many respects, like nature, culture, and history, these fishermen are closer to the Moluccas.

"No doubt about it, Raja Ampat is definitely the richest place for fish that I have ever been." -
-Dr G.R. Allen
"I was like a five-year-old, seeing a reef for the very first time. I was awestruck, held by the incredible power of this richest reef. We must, with all available resources, preserve the beauty of Raja Ampat. This may be the last frontier." --Michael Aw

"I love the people, I love the diving, it's super! I've never been for a second time to the same dive destination but now I'm thinking about going back for the third time! Should I say more?" --Peter van Dalen

(These testimonials are taken from www.iriandiving.com)

While the landscape may look like a dream, this is not an illusion. As you embark on your dive, the phrase "Attention to detail" takes on new meaning as pigmy seahorses swim around your fingers. Manta Rays and wobbegongs will glide right by you. Tuna fish, giant trevallies, snappers, and even barracudas are there to complete your underwater "meeting list". Not to mention the friendly assistant of the dugong, and a busy colleague, the turtle.  Natural and untouched beauty is the main attraction here. With no unnecessary adages, the sky, the lush islands, the sea, and everything above and under it is genuinely saying "Welcome to Raja Ampat Islands; your personal Disneyland of diving sites".

More facts about the Raja Ampat Conservation Area:*


This area is home to 1,511 species of reef fish in the Bird’s Head Seascape;
1,320 species of reef fish in Raja Ampat;
75% of all known coral species in the world;
10 times the number of hard coral species found in the entire Caribbean;
In the Birds Head Seascape there 600 species of hard coral recorded;
5 species of endangered sea turtles;
57 species of Mantis Shrimp;
13 species of Marine Mammals;
And 27 species of endemic reef fish found only in that area

To Raja Ampat Only USD 1200 , Interested?

As Kakaban Trip offers Raja Ampat package for USD 1250  for four nights with homestay accommodation . This price includes airfare, land and sea transportation , accommodations , meals, and insurance .

" Not including airport tax and snorkeling equipment . Raja Ampat one of the much sought after , " said Haris from Kakaban Trip, Saturday ( 27/09/2014 ) .

Meanwhile , Exotic Java Trails Tours and Travel offers Bunaken Manado package at a price of USD 1,890 with a three star hotel accommodations for three nights . Price does not include airfare .
Participants city tour of Manado , Bunaken explore , see the process of making cakes Manado , Tomohon and to explore the Lake Tondano . In addition to Manado , there are also packages other destinations .

Exotic Java Trails Tour Manager Noorna Hindayati claimed the most sought after destination is Raja Ampat . " Derawan also a lot of searching , " he said .

While the City Tour offers a thematic tour in the form of a tour of the village in Bali . Participants are invited to tour around the village with biking and 4x4 car ride to enjoy the panoramic village and taste the fruits of Bali . This kind of tour is suitable for fans of Bali tour but would like to try the other side of Bali , just outside the hustle typical of southern Bali .

" The village is in the east of Bali , in Karangasem , " said Travel Counsultant City Tour , Ho erty .

BUNAKEN ISLAND

MAKASSAR. Bunaken National Park is representative of Indonesian tropical water ecosystems consist of mangrove ecosystems , seagrass beds , coral reefs , and land / coastal ecosystems .
In the northern part of the island of Bunaken , Manado Tua island , island Montehage , Siladen island , island Nain , Nain island is small, and some coastal areas of Cape Pisok . While in the Southern Cape coast includes some coconut .

Potential land islands national park is rich in species of palm , sago , woka , silar and coconut . Animal species that live on the mainland and coastal regions such as Sulawesi black macaques ( Macaca nigra nigra ) , deer ( Cervus timorensis Russa ) , and possum ( Ailurops ursinus ursinus ) .

Mangrove plant species in Bunaken National Park is Rhizophora sp . , Sonneratia sp . , Lumnitzera sp . , And Bruguiera sp . The forest is rich with various species of crab , shrimp , mollusks and various types of sea birds such as gulls , herons , terns , and Heron sea . Types of algae found in this national park covers types of Caulerpa sp . , Halimeda sp . , And Padina sp . Seagrass dominated mainly in Montehage island , and the island of Thalassia hemprichii Nain , Enhallus acoroides , and Thalassodendron ciliatum .
Recorded 13 genera of corals live in the waters of Bunaken National Park , dominated by fringing and barrier reefs . The most interesting is the vertical cliffs as far as 25-50 meters .

Approximately 91 species of fish found in the waters of Bunaken National Park , including fish gusumi horse ( Hippocampus horse ) , white oci ( Seriola rivoliana ) , yellow tail lolosi ( Lutjanus kasmira ) , goropa ( Pseudanthias Ephinephelus spilotoceps hypselosoma ) , ila trunk ( Scolopsis bilineatus ) , etc.

Species of molluscs such as giant clams ( Tridacna gigas ) , head of the goat ( Cassis cornuta ) , hollow nautilus ( Nautilus pompillius ) , and tunikates / ascidians .The best visiting season : May / August each year .
How to reach : Bunaken National Park can be reached through the Port of Manado , Marina Nusantara Diving Centre ( NDC ) in the District of Molas and Marina Blue Banter . From Manado harbor by motor boat to the island Siladen can be reached + 20 minutes + 30 minutes Bunaken island , island Montehage + 50 minutes + 60 minutes and the island of Nain . From Blue Banter Marina by using the cruises available to the tourist area on the island of Bunaken can be reached within 10-15 minutes , while the NDC from the port to the dive sites in Bunaken island by speed boat to within + 20 minutes .
YUDA


Saturday, 10 January 2015

Menara siger

Gambar siger lampung

Lain padang lain belalang lain lubuk lain ikannya, begitu pepatah menyebutkan. Di Bali setiap perkantoran atau rumah umumnya dihiasi gapura berbentuk pura. Nah, di Lampung beda dan unik karena setiap bangunan publik akan memajang mahkota siger. Apa itu mahkota siger? Ayo teruskan membaca sehingga Anda semakin sayang dan bangga pada budaya Nusantara.
Mahkota siger adalah mahkota yang dikenakan pengantin perempuan  Lampung. Mirip dengan yang ada di tanah Minang dimana disebut dengan nama suntiang. Perbedaanya pada siger memiliki jumlah tanduk atau pucuk kecil sebanyak 7 buah.
Menurut foklor setempat bahwa 7 pucuk di mahkotanya berasal dari 7 gunung di Lampung yang menjadi tempat asal usul leluhur atau nenek moyang masyarakat Lampung. Lokasi awal itu yang membuat masyarakatnya membentuk kelompok masing-masing.
Ada pula yang mengasumsikan asal usul mahkota siger dikaitkan dengan Balaputra Dewa, Raja Sekala yang disebut Selopun yaitu sebuah daerah di Lampung yang menjadi rumah situs Batu Brak bekas pemukiman dari batu. Balaputra Dewa membuat siger sebagai miniatur Borobudur untuk istrinya Pramodya Wardhani, putri Samaratungga. Belum pasti apakah ini juga terkait dengan mahkota Kerajaan Sekala yang dipakai Pramodya Wardani istri sang raja tetapi hikayat dan refleksinya sungguh luar biasa.
Meski ada pendapat yang berbeda tentang asal usul simbolis dari siger tetapi tetap jelasnya mahkota ini dijadikan kebanggaan masyarakat Lampung dan disematkan di setiap sudut kota. Siger adalah simbol kedudukan sekaligus visi masyarakatnya dimana dalam sejarahnya  termahsyur sebagai penghasil lada hitam.
Siger tidak merepresentasikan sistem kekeluargaan masyarakat Lampung karena bukan matrilineal tetapi patrilineal. Siger dipilih seolah Lampung lebih bernuansa feminine ketimbang daerah-daerah lain yang mengusung sifat maskulin dengan alat perang atau senjata tradisional sebagai simbol kebanggaannya. 
Diyakini bahwa sifat seorang wanita dengan mahkota siger lebih diutamakan dalam memimpin masyarakat dan bergaul dengan tetamu. Rasa sayang, menghormati, mengayomi, dan mendidik adalah nilai-nilai dari feminisme yang direfleksikan dalam kehidupan masyarakat Lampung.

Menara Siger
Bila Jakarta memiliki Monas, Bandung memilik Gedung Sate, atau Bali memiliki Garuda Wisnu Kencana, maka Lampung menyambut tamunya dengan Menara Siger di Bukit Bakaheuni. Saat menginjakkan kaki di bumi lada hitam, Lampung, dari kapal feri di Bakaheuni maka Anda akan melihat  Menara Siger.
Banyak pelancong di negeri ini menyematkan predikat titik nol jalur lintas Sumatera kepada Monumen Siger. Pada kenyataannya, jalur lintas Sumatera atau trans Sumatera memang berakhir atau berawal tepat di bawah kaki bukit Bakaheuni di mana Monumen ini menerawang jauh ke cakrawala Selat Sunda dan bumi Lampung dari atasnya.


Di puncak tanduk bagian tengah Menara Siger, terdapat payung berundak tiga berwarna putih, kuning, dan merah yang melambangkan tatanan kemasyarakatan Lampung. Di dalam bangunan yang menopang mahkota raksasa ini, terdapat prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan masyarakat Lampung.
Menara Siger digagas oleh Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, dengan bantuan arsitek, Ir. Anshori Djausal MT. Bangunan dengan bentuk siger berwarna kuning keemasan ini menjulang tinggi sekitar 32 meter di atas bukit gamping yang menjulang 110 di atas permukaan laut. Proyek pembangunan ini memerlukan dana sekitar Rp 7 miliar, walau informasi lain menyebutkan Rp 15 miliar.
Dengan teknik pembangunan menggunakan sistem ferrocement, bangunan ini diyakini tahan terpaan angin dan guncangan gempa. Pengembangan mahkota siger tidak menggunakan semen curah cor, untuk mengurangi beban, namun dengan jaringan kawat menyerupai jaring laba-laba yang akan tetap kuat sebagai struktur bangunan.
Sempatkanlah berdiri di hadapan mahkota ini dan yakinkan Anda memahami falsafah tatanan masyarakat Lampung yang diantaranya terbuka hati  menerima tamu (nemui nyimah) dan suka berkenalan serta pandai bergaul (nengah nyappur). Bahasa daerah Lampung ini berasal dari bahasa perpaduan Sansekerta, Arab, dan Melayu dengan menggunakan turunan huruf pallawa yang disebut huruf kaganga. Menara Siger adalah lambang perpaduan teknologi, budaya, dan juga kepariwisataan Provinsi Lampung.

WONDERFULL INDONESIA

Tuesday, 29 April 2014

Mount Betong is a hill that is not too high and also not exactly a mound of earth . Mount Betong that name is certainly known by those who love hiking in Lampung . First is Mt Betong is in the South Lampung regency - and now a district Tanggamus Pesawaran .
Many stories and memories stored in Mount Betong , the first time since high school to college to climb still keep repeating to climb it and reminisce with friends - friends abadiku .
Climb Mount Betong is not an achievement to be proud of , but it can climb over and over again with friends in the same boat and sepenanggunang is a priceless opportunity .

    
Mount Betong that now is not a virgin anymore , you have been touched by human hands and even machines that pollute the earth who broke the silence .
Current Conditions :

    
Basecamp ( Pos ) or signs of climbing is not there anymore .
    
Two-Wheel Vehicles ( Motor ) can ride ketatas waterfall .
    
His mother still stalls under full merchandise ( kek mini .. hehe ) .
    
Above there are also stalls Emak second , there could be entrusted motorcycle semalem costs Rp 20,000 .
    
And many more changes there , not much more house hut there .
Supplies Up Mount Betong :

    
Try to put yourself more equipment .
    
No permission - permission anymore as it used to , but klo pas was crowded and there is usually an impromptu officers levy rate of $ 2000 per person .
    
Provide Logistics taste , but there is not a true climbing like camping refreshing .
    
The weather will determine the comfort , the rainy season is a time that is not suitable , the dry season is the most suitable .
DOCUMENTATION












Climbing Mount Betong Lampung Lampung reviewed by :: Travel Online on

Wednesday, 25 July 2012

Taman Bungkul Surabaya

Taman Bungkul berlokasi di Jalan Raya Darmo Surabaya, taman ini terletak di area sekitar 900 meter persegi dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti amfiteater dengan diameter 33 M, jogging track, taman bermain anak-anak dan lahan untuk papan luncur. Selain itu, taman ini juga difasilitasi dengan akses internet nirkabel.

Taman Bungkul diambil dari nama Mbah Bungkul, dimana makam beliau juga terletak pada taman ini. Mbah Bungkul adalah julukan untuk Ki Supo, seorang ulama di kerajaan Majapahit (abad XV), yang juga saudara ipar Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Taman Bungkul sudah seperti jantung kota Surabaya. Taman ini sekarang menjadi taman wisata bagi mereka yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kota. Beberapa acara juga sering di gelar ini taman ini bagi kegiatan hiburan atau kebudayaan

Di bagian belakang taman, terdapat beberapa warung yang menawarkan menu khas Surabaya, seperti Rawon, Soto, Bakso dan banyak lagi. Taman Bungkul selalu ramai dikunjungi dari pagi hingga malam hari dan menjadi bagian dari kota Surabaya yang pantas untuk dibanggakan.


eastjava.com

patung Budha Empat Wajah

Budha Empat Wajah atau Four Faces Buddha adalah patung Budha yang terletak di salah satu sudut Pantai Ria Kenjeran yang terkenal, sebuah daerah pantai di kota Surabaya yang juga terkenal untuk produk perikanan dan tempat berkumpulnya pemudi pemuda Surabaya.

Pembangunan patung itu dimulai pada Juli 2003, dan menempati lahan seluas 1,5 hektare. Bangunan utama dari patung ini berukuran 9 × 9 meter, dan termasuk kubah yang mencapai 36 meter. Beberapa mengatakan bahwa, total biaya yang dibutuhkan untuk membangun patung ini hampir Rp 4 miliar. Patung ini menjadi lebih megah karena bahan untuk lapisan patung menggunakan emas murni yang langsung diimpor dari Thailand.

Patung ini menempati bangunan semacam stupa, di mana Sang Buddha duduk di takhtanya. Karena terdapat empat wajah, wajah yang paling depan adalah wajah yang menghadap lurus ke depan dengan tangan yang memegang tasbih.

Bangunan ini dikelilingi oleh 4 pilar, yaitu pilar hijau atau emas; yang terdiri dari 3 bagian: stupa, patung Buddha dan singgasana Buddha. Di bagian atas stupa telah dilengkapi dengan penangkal petir, sedangkan patung Buddha dan takhta masing-masing memiliki tinggi 9 meter.

Empat wajah dalam patung Buddha ini mewakili empat sifat yang baik dari Sang Buddha, yaitu pengasih, murahan hati, adil dan meditasi. Patung ini memiliki kemiripan dengan patung Budha di Bangkok, yang terdiri dari: wajah perdamaian dan kesehatan, wajah hubungan baik, wajah keberuntungan dan wajah perlindungan terhadap kejahatan.

Selain melihat patung Buddha empat wajah, di tempat ini kita juga akan melihat empat patung gajah putih sekitar 4 kaki di setiap sudutnya, tiga bunga teratai yang menghiasi kolam renang dan ruang meditasi. Kompleks ini juga dihiasi dengan 12 lampu yang terbuat dari perunggu dan tembaga.

Patung Buddha Empat Wajah diresmikan pada 9 November 2004. Dengan bangunan yang spektakuler, patung menjadi salah satu tujuan yang menarik di Surabaya. Selain itu, MURI menyatakan bahwa patung ini merupakan patung tertinggi di Indonesia.


eastjava.com

Pasar Bunga Bratang

Pasar bunga Bratang adalah pasar bunga tradisional di Surabaya, tepatnya di jalan Bratang. Pada awal mulanya, pasar ini hanya dihuni oleh 5 penjual dari pasar kayoon, untungnya, area kecil ini menjadi besar dan berkembang sejak tahun 1990-an.

Saat ini, pasar ini sudah terorganisir; kebersihannya sudah dijaga dan hal ini membuat nyaman para pengunjung yang ingin membeli bunga. Selain itu, fasilitas di pasar menjadi lebih baik, seperti tempat parkir yang relatif aman dan bagus. Jangan khawatir tentang kriminalitas selama Anda belanja, karena daerah ini aman dari gangguan.

Sepintas, pasar bunga ini tampak seperti sebuah pasar bunga biasa, dimana terdapat beragam tanaman hias yang tersusun rapi di setiap bilik pedagang, daun berwarna-warni dan bunga-bunga yang cantik dan harum. Padahal, Pasar Bunga Bratang ini berdiri di lahan lebih dari 2400 m2. Terdapat lebih dari 200 stan berukuran 3x4 meter di setiap kios di area pasar. Dan lebih dari 65 orang penjual bunga hidup dan menjalankan bisnis di pasar ini.

Pasar Bunga Bratang buka 24 jam sehari, meskipun beberapa kios ditutup pada 6:00. Tapi ada beberapa stan tetap buka. Para pengunjung sebagian besar datang pada akhir pekan, mulai dari pagi hingga sore hari. Bratang pasar bunga adalah pasar yang paling lengkap dibanding toko bunga lainnya. Misalnya, ketika di tempat lain sangat sulit untuk mendapatkan tanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga), di sini pasti tersedia.

Monumen Bambu Runcing

Bambu Runcing adalah senjata tradisional yang digunakan oleh tentara Indonesia dalam pertempuran melawan kolonialisme Belanda. Tepatnya pada 10 November1945, yang sekarang dirayakan sebagai Hari Pahlawan. Pada masa peperangan, bambu dibentuk meruncing layaknya tombak untuk menusuk musuh. Bambu runcing ini dibuat berkaitan dengan terbatasnya senjata modern yang ada dan untuk menunjukkan semangat di antara para prajurit sebagai warga sipil Indonesia.

Untuk itulah, Monumen Bambu Runcing ini dibangun, dan terletak di jalan Panglima Sudirman. Monumen Bambu Runcing adalah ikon pariwisata Surabaya yang berhubungan dengan situs sejarah perjuangan bangsa.

Monumen ini terdiri dari 5 pilar dan memiliki tinggi yang tidak sama dan dibentuk seperti bambu runcing. Sayangnya, tidak ada estimasi yang tepat tentang tinggi pada masing-masing pilar. Pada waktu tertentu, akan ada air yang mengalir keluar dari bambu runcing, layaknya air mancur. Selain itu, monumen ini dikelilingi oleh taman kecil yang penuh dengan beragam tanaman hias.

Monumen Bambu Runcing ini terletak di jantung kota Surabaya, di tengah ramainya lalu lintas jalan Panglima Sudirman. Para pengunjung yang datang ke Surabaya akan langsung mengenali keberadaan monumen ini saat melintasinya. Monumen ini juga dekat dengan Kebun Binatang Surabaya, Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza dan Tugu Pahlawan Surabaya.

eastjava.com

Masjid Agung Al-Akbar Surabaya


Masjid Agung Al-Akbar terletak di Jalan Pagesangan, kecamatan Jambangan, Surabaya. Masjid ini dibangun pada 4 Agustus 1995 dan diresmikan pada tanggal 10 November 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Masjid Al-Akbar adalahi sebuah masjid yang megah dan modern, dan merupakan masjid terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal di Jakarta.

Masjid ini menjadi ikon lain dari Surabaya yang berhubungan dengan situs wisata religi. Masjid Agung Al-Akbar berdiri di lahan seluas 11,2 hektar dengan luas bangunan 28.509 meter persegi, panjang 147 meter, dan lebar 128 meter. Masjid ini memiliki dua lantai dan dilengkapi dengan lift dan menara. Para pengunjung yang datang ke masjid dapat juga menikmati pemandangan kota Surabaya, Sidoarjo dan Bangkalan dari atas menara yang memiliki tinggi 99 meter. Pengunjung bisa masuk ke menara hanya dengan Rp. 3000 per orang.

Masjid ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti; kantor sekretariat, As-Shofa ruangan Al-Marwah yang memiliki luas 36 mx 42 m persegi dilengkapi dengan karpet panggung, sound system, AC, 3 spot wifi, 100 buah kursi, ruang ganti dan toilet dan dapat menampung 2000 undangan.

Kesan unik dari bangunan ini terletak pada desain dari kubah dengan struktur daun, dengan bangunan kombinasi antara warna biru dan hijau gelap yang memberikan kesan sejuk dan damai. Masjid ini memiliki bangunan utama dan dua bangunan lain yang dapat menembus langsung ke bangunan utama.

Eksterior masjid ini dihiasi dengan berbagai corak ukiran dan kaligrafi. Pintu masuk masjid ini terdiri dari 45 pintu utama, dan semuanya dibuat dari kayu jati berukir. Sementara, interior masjid ini dihiasi oleh ukiran hias dan kaligrafi yang sangat dominan menghiasi dinding masjid. Terdapat rak Alquran tersebar di seluruh masjid dan di bagian atas interior terdapat ornamen kaligrafi dengan panjang 180 meter dan lebar satu meter.

Lebih lanjut tentang arsitektur, keindahan masjid ini benar-benar didukung dengan pencahayaan yang baik. Mulai dari pencahayaan dalam, halaman taman bangunan,, sampai lampu yang menerangi kubah dan menara.

Selain itu, masjid ini menjadi lebih megah dengan keindahan ornamen kaca di dekorasi interiornya. Kaca seni ukirannya telah menjadi kekuatan dan keindahan tersendiri di bidang eksterior dan interior, di samping, hal ini berguna untuk menghemat energi dan untuk meredam kebisingan.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menyediakan tempat untuk syiar agama Islam. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan seperti upacara pernikahan syariah Islam yang sering dilakukan di ruangan Zam-zam. Ada juga ruangan Zaitun dan Yasmin yang disediakan untuk para, Haji serta pembacaan dan penyuluhan agama.

Secara keseluruhan, selain dari hal-hal komersial, masjid adalah tempat untuk beribadah dan menjadi rumah bagi mereka yang letih dan lelah, dan setiap orang bisa masuk kedalamnya.



EASTJAVA.COM

Pendakian Gunung Betung Lampung


Gunung Betung adalah sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak bisa dibilang sebuah gundukan tanah. Gunung Betung nama itu sudah pasti dikenal oleh orang-orang yang suka mendaki gunung di Lampung. Letak Gunung Betung dahulu adalah di Kabupaten Lampung Selatan - Tanggamus dan sekarang menjadi Kabupaten Pesawaran.

Banyak kisah dan kenangan yang tersimpan di Gunung Betung, sejak masa SMA pertama kali mendakinya hingga masa kuliah masih terus mengulangi untuk mendakinya dan bernostalgia bersama sahabat - sahabat abadiku.

Mendaki Gunung Betung bukanlah suatu prestasi yang bisa dibanggakan, tetapi bisa mendaki berulang-ulang dengan sahabat senasib dan sepenanggunang adalah suatu kesempatan yang tidak ternilai harganya.

Gunung Betung yang sekarang tidaklah perawan lagi, Kau telah dijamah tangan-tangan manusia bahkan mesin-mesin yang mengotori bumi yang memecah kesunyian.
Kondisi Sekarang :
  1. Basecamp (Pos) atau rambu-rambu pendakian sudah tidak ada lagi.
  2. Kendaraan Roda Dua (Motor) bisa naik ketatas air terjun.
  3. Warung Emak bawah masih ada dagangan lengkap (kek minimarket .. hehe).
  4. Diatas ada juga warung Emak kedua, bisa titip motor disana biaya Rp 20.000 semalem.
  5. Dan masih banyak lagi perubahan disana, tidak banyak lagi rumah gubuk disana.
Perlengkapan Naik Gunung Betung :
  1. Peralatan usahakan disiapkan sendiri selengkapnya.
  2. Tidak ada izin - izin lagi seperti dulu, tetapi klo pas sedang rame biasanya ada petugas dadakan dan memungut tarif Rp 2000 per orang.
  3. Sediakan Logistik secukupnya, disana bukan pendakian sejati tetapi seperti camping refreshing.
  4. Cuaca sangat menentukan kenyamanan, musim hujan adalah waktu yang sangat tidak cocok, musim kemarau adalah yang paling cocok.
DOKUMENTASI

















Pendakian Gunung Betung Lampung Reviewed by :: Wisata Lampung Online on Jan 30, 2010 Rating: 4.5

Resort Wisata Lampung "Laguna Helau"




Resort pantai ini terletak dikota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, merupakan resort alam pantai dengan fasilitas tersedia berupa family cottage dilengkapi dengan dapur dan perlengkapannya (kitchen ware, dining table,dll).

Cottage-cottage berarsitektur sumatera bagian selatan dengan ciri khas ruangan yang luas dan terbuka terutama pada beranda. Sebuah rumah makan tersedia bagi pengunjung menyediakan makanan ringan dan sea food. Setiap cottage terdiri dari 2 kamar dan 4 tempat tidur di bangun dengan konstruksi kayu. Letak pantai menghadap ke selatan Teluk Lampung dengan latar belakang pulau-pulau termasuk gugusan krakatau. Laguna Helau hanya berjarak 30 Km dari Bakauheni atau 57 Km dari kota Bandar Lampung.

Sumber :
* http://visitlampung.net
* http://www.skyscrapercity.com [=NaNdA= ]
Resort Wisata Lampung "Laguna Helau" Reviewed by :: Wisata Lampung Online on Dec 1, 2009 Rating: 4.5

Bendungan Air Batu Tegi - Tanggamus


Bendungan Batu Tegi, ini adalah kunjunganku sekitar dua tahun yang lalu. Dulu sebenarnya Justify Fullkedatanganku ke Bendungan Batu Tegi ini bukan untuk berwisata atau rekreasi, tapi karena obsesiku ingin mempunyai sebuah kebun dan katanya ada orang yang akan menjual kebunnya maka aku mencoba melihatnya siapa tahu cocok, eh akhirnya kebun ngak ku dapat hanya sepenggal cerita dan kenangan pernah kesana yang mungkin bisa ku bagi.

Bendungan Batu Tegi diresmikan oleh Prisiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 8 Maret 2004, wah sekitar empat tahun yang lalu dan pengerjaannya memakan wak tu sekitar delapan tahun. Bendungan itu memang besar konon terbesar di Asia Tenggara aku sih percaya aja, karena seperti yang aku lihat bendungan itu memang cukup besar yaitu menyatukan dua bukit yang cukup tinggi dan air yang menggenang menengelamkan bukit-bukit kecil yang terletak di sebelah hulu bendungan. Diatas bendungan adalah jalan beraspal yang cukup lebar sekitar 10 m lengkap dengan trotoar, pot bunga, lampu jalan dan pagar pembatas.

Pada saat itu saya bertemu salah satu penjaga piket yang sedang bertugas, saya sempat bertanya tentang monumen daftar nama korban kecelakaan pada saat pembangunan bendungan itu. Total jumlah nama korban yang terukir dimonumen itu ada 13 orang. Ke tiga belas korban itu tewas saat mengerjakan sebuah terowongan pembuangan air yang sangat besar berdiameter puluhan meter dan panjangnya ratusan meter kebawah, mereka terimpa alat pengecor semen seberat puluhan ton, kata penjaga bendungan itu. Aku ngeri mendengarnya apa lagi kalau melihat langsung terowongan itu, seperti ada daya magisnya yang menyerap.

Dibalik kisah seram proses pembangunannya, bendungan batu tegi merupakan salah satu tempat wisata yang menawarkan pemandangan yang indah, wilayah area bendungan sangat luas luar biasa. Sejak masuk di gerbang dekat jalan utama sampai ke area bendungan banyak pemandangan yang dapat dinikmati. Ketika kita berada dia atas bendungan dan melihat ke bagian hulu ( atas ) kita serasa melihat lautan yang luas, dan ketika kita melihat kebawah kita dapat melihat tangga, kantor dan mesin pembangkit listrik begitu kecilnya.

Dokumentasi















Bendungan Air Batu Tegi - Tanggamus Reviewed by :: Wisata Lampung Online on Nov 22, 2009 Rating: 4.5

Wisata Pasir Putih & Pulau Condong


Lewat media group Wisata Lampung di facebook, admin blog mencoba menyapa kawan - kawan komunitas pencinta Wisata Lampung ternyata Ada sedikit cerita dari kawan kita mas Abhe D Jethro katanya bulan kemaren habis ke pasir putih & pulau condong, dari komentarnya tidak banyak informasi yang di dapat, tetapi lewat sedikit dokumentasi via facebook (sudah diizinkan mengambil foto-fotonya) kita bisa melihat keadaan sekarang tentang Wisata Pasir Putih dan Pulau Condong.





Dokumentasi




















Wisata Pasir Putih & Pulau Condong Reviewed by :: Wisata Lampung Online on Mar 8, 2011 Rating: 4.5